” Misalnya pemimpin daerah ini dihujat oleh orang lain, kemudian rakyatnya membela, ini memiliki rasa untuk memiliki daerah itu. Tapi kalau ikut menghujat itu rasa memilikinya kecil.
Di negeri ini, ada sedikit salah ramai menghujat,” kata Wiranto.
Fakta seperti tentunya kata Wiranto, sangat menyedihkan. Kalau memang ada salah dari pemerintah, tinggal diperingatkan. Tentu, dengan cara yang elegan. Misalnya, kalau memang ingin demo, berunjuk rasa dengan tertib. Bukan kemudian, melakukan tindakan yang merusak. Tidak lupa, Wiranto juga mengingatkan, seluruh kepala daerah, harus siap siaga menghadapi potensi bencana. Sebab, bencana datang tidak terduga. Dengan terbangunnya kesiapsiagaan, dampak parah dari bencana dicegah. Ia contohkan keberhasilan Indonesia dalam mengatasi bencana asap yang banyak menuai pujian dari negara lain.
” Banyak hal yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk menanggulangi itu (bencana). Misalnya yang paling gawat dari tahun ke tahun masalah asap, masalah kebakaran hutan. Negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia berterimakasih tahun ini mereka tidak komplain, karena bisa kita redam,” kata Wiranto.
Keberhasilan meredam dampak bencana, kata Wiranto, tentu bukan kerja pemerintah pusat saja. Tapi juga andil dari pemerintah daerah. Sebab tanpa ada dukungan dan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah, bencana asap akan sulit diatasi.
” Apakah itu otomatis? Tidak, karena itu saya terima kasih kepada kepala daerah di daerah bencana kebakaran hutan yang berkompromi dengan baik dengan BNPB, dengan berbagai kementerian yang menangani kebakaran hutam. Dimana pencegahan yang dilakukan, telah dilakukan sebaik-baiknya ternyata bisa menekanan titik” api di daerah dan tidak menganggu lagi kehidupan kita dan negara tetangga,” tutur Wiranto.
Editor : awan













