2. Terlalu Berorientasi Pada Hasil
Menginginkan imbal hasil yang cukup besar dari sebuah produk keuangan memang sebuah hal yang normal. Siapapun orangya, sepertinya ingin mendapatkan imbal hasil yang besar. Namun bila anda terlalu berorientasi pada hasil dalam mencari produk keuangan maka anda akan membahayakan diri anda sendiri.
Kenapa? Karena bila orientasi anda adalah hasil, maka ada cenderung mengabaikan risikonya.
Patut anda ketahui bahwa dalam sebuah produk keuangan, khususnya yang bersifat investasi, ada yang namanya risiko. Biasanya, produk keuangan yang memiliki imbal hasil yang cukup besar juga memiliki risiko yang tinggi.
Kedua hal tersebut berjalan beriringan, bila risikonya tinggi biasanya imbal hasilnya besar, dan bila imbal hasilnya besar maka risikonya tinggi.
Nah, hal seperti ini yang kemudian (biasanya) menggiring orang masuk ke dalam produk investasi abal-abal. Seperti yang anda ketahui (dan bagi anda yang belum mengetahui), produk investasi abal-abal selalu menawarkan imbal hasil yang tinggi dan mengatakan bahwa risiko dari produknya hampir tiada.
Bahkan, beberapa dari investasi abal-abal menjamin keuntungan dan meniadakan kerugian. Terdengar terlalu bagus, bukan?
3. Dilakukan dengan Sembarangan
Sembarangan dalam berinvestasi disini bukanlah sembarangan memilih produk investasi, namun sembarangan dalam berinvestasi yang dimaksud adalah sembarangan dalam langkah-langkah ketika akan berinvestasi.
Dan tahukah anda, sembarangan dalam berinvestasi juga berpotensi mengagalkan investasi yang anda lakukan, sehingga melakukan langkah-langkah secara teratur sebelum berinvestasi menjadi hal yang penting bagi anda.
Editor : mahardika













