KORDANEWS – Warga di Desa Tegal Rejo mengeluhkan air Sungai Kiahan yang mengalir melintasi desa mereka kini tercemar. Kondisinya keruh dengan warna yang menghitam dan bercampur lumpur.
Warga sekitar menduga kondisi ini akibat kegiatan tambang di Penambangan Bangko Barat dari PT Bukit Asam.
Pantauan Kordanews dilapangan, Senin (26/02/2018), aliran sungai yang di selusuri dari jembatan Desa Lingga, ke RT 06, RT 14 di Desa Tegal Rejo, dan juga ke fit I (satu) Bangko Barat. Aliran sungai ini juga mengalir melewati aktivitas penambangan di Bangko Barat yang keluar dari pipa-pipa pembuangan hingga mengalir ke sungai.
Salah satu warga RT 14 Desa Tegal Rejo yang enggan namanya ditulis mengatakan, air sungai di desanya sudah beberapa lama berubah seperti tercemar, apalagi saat kondisi hujan.
“Kalau musim hujan bisa dilihat dengan mata. Beginilah kondisi air sungainya, bisa dinilai sendirilah,” kata dia.
Selain itu, Kepala Desa Tegal Rejo, Tedi Harsoyo mengatakan, memang aliran sungai yang mengalir tersebut juga melalui wilayah Desa Tegal Rejo. Dan, kondisinya akan memang telihat semakin keruh saat hujan deras melanda.
“Namun, tidak mungkin jika kondisi air sungai itu dikarenakan limbah rumah tangga dan pabrik tahu diwilayah Tegal Rejo. Itu memang jelas limbah dari tambang, bisa dilihat saja warnanya,” tegasnya.














