KORDANEWS – Memilih pendidikan di jurusan Ilmu Teknologi (IT) biasanya identik dengan kaum adam, akan tetapi hal itu bukan suatu penghalang bagi Jessy Desiana bergelut di bidang tersebut.
Berawal dari menonton Film bergenre tentang teknologi, semenjak itu dara kelahiran 11 Desember 1996 ini mulai menyukai dunia yang identik dengan teknologi cyber tersebut. Mulai dari duduk di bangku SMK PGRI 2 Prabumulih, Jessy mulai menunjukkan ketertarikanya dengan memilih jurusan yang tidak biasa seperti perempuan yang lainnya, yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
“Saat itu Jessy mulai membongkar dan memasang PC komputer dilanjutkan dengan jaringan komputer, atau membuat koding, ini awal mulai Jessy suka apa itu IT,”katanya.
Bukan hanya dari menonton Film, dirinya juga tertarik saat mempunyai smartphone berbasis Android dan suka mengotak atik aplikasi yang ada di smartphone nya.
“Awalnya memiliki rasa penasaran yang kuat untuk mencoba membuat aplikasi android,” ujarnya.

Aplikasi pertama yang berhasil dibuat Jessy waktu itu adalah Qrcode Scanner, sebuah aplikasi berbasis mobile untuk membaca atau memindai dan mengetahui isi pesan pada Qrcode.
“Awalnya Jessy membuat aplikasi menggunakan Android Studio dengan bimbingan dosennya, cukup lama belajar tapi semangat pantang menyerah tak pernah pudar. Pada September 2016 Jessy mewakili kampus untuk mengikuti lomba yang dipilih oleh dosen untuk mengikuti lomba GEMASTIK di Universitas Indonesia (UI) tingkat nasional,” ungkapnya lebih lanjut.
Kemudian, aplikasi itu menjadi langkah awal mengeluti dunia IT jenis Android. Baginya ia menemukan kesenangan sendiri ketika berhasil menciptakan aplikasi yang berguna bagi orang di sekitarnya.
Jessy yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi semester lima di Universitas Multi Data Palembang (MDP), telah sering mengikuti Lomba IT yang bertemakan Android tingkat nasional maupun regional. Dengan mengikuti lomba Jessy telah meraih segudang prestasi.
Mulai dari perlombaan pertamanya bersama tim yang berjuluk Rantau, anak kedua dari tiga saudara itu sering menyabet juara. Seperti, FIT FUB FEST UKSW di Salatiga tingkat nasional, ketika itu ia masuk 8 besar dalam perlombaan, bahkan bisa bersaing dengan universitas ternama seperti UI, ITB dan Bina Nusantara. Aplikasi yang dibuat adalah tentang penjualan “Jajanan Tradisional Indonesia”.
Kemudian, dalam kompetisi Technoporia di Universitas Indralaya tingkat nasional, dirinya berhasil masuk 5 besar dengan aplikasi android “Keamanan Transpotasi Umum”.













