KORDANEWS- Sejak kecil kita diajarkan oleh orang tua kita untuk rajin menabung. Bahkan dulu kita tidak asing dengan pepatah “rajin menabung pangkal kaya.” Menghemat pengeluaran, menyisihkan sedikit demi sedikit uang saku yang katanya orang tua kita lama-lama akan menjadi bukit.
Kebiasaan menabung sudah ditanamkan oleh kedua orang tua kita, guru-guru kita pun seperti itu. Seolah-olah dengan menabung bisa memecahkan semua permasalahan yang berkaitan dengan keuangan, padahal hal ini tidak sepenuhnya benar.
Saran untuk menabung mungkin berlaku untuk generasi di belakang kita. Dahulu orang tua kita menyisihkan sebagian dari pendapatannya setiap bulannya. Kemudian menggunakan hasil dari menabung untuk dana pensiun mereka.
Jika hal ini dilakukan pada generasi kita nominal yang didapatkan tidak sesuai dengan kebutuhan. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk menabung memang akan membuat kita mempunyai dana tambahan akan tetapi tidak bisa untuk jangka panjang.
Nilai uang selalu bermusuhan dengan waktu
Menabung sering sekali disebut sebagai investasi masa depan. Padahal pemahaman tersebut salah. Menabung berbeda dengan investasi. Menabung adalah bentuk menyimpan uang di bank dengan harapan kita tidak mengambilnya dan bisa terkumpul banyak bila kita disiplin menabung terus.
Menabung memang kebiasaan baik daripada kita menghamburkan uang,akan tetapi menabung tidak membuat kita kaya.
Setiap tahun kita juga mengalami inflasi atau penurunan nilai mata uang. Misalnya kita menabung di bank Rp 5 juta tiap bulan selama 1 tahun. Uang yang terkumpul Rp 60 juta. Setelah setahun jumlah fisiknya memang Rp 60 juta akan tetapi nilainya tidak sama lagi dengan sebelumnya.
Mungkin dengan uang Rp 60 juta anda bisa membeli tanah seluas 10 meter akan tetapi dengan adanya inflasi maka dengan 60jt anda tidak bisa membeli tanah 10 meter.
Keuntungannya sedikit
Dengan menabung tidak bisa membuat kita menjadi kaya. Bunga yang diberikan bank kurang lebih 1% bahkan ada yang memberikan kurang dari 1% per tahun.
Selain itu besar kemungkinan uang anda akan menyusut karena harus diptong biaya administrasi bank dan biaya-biaya lainnya. Menabung di deposito juga tidak bisa memberikan keuntungan yang besar karena bunga yang diberikan 5% per tahunnya.
Lain halnya jika anda berinvestasi. Investasi di saham bisa memberikan return bunga hingga samnpai 15%. Hal ini memudahkan anda untuk mencapai tujuan keuangan anda.
Butuh waktu lama untuk mencapai target
Setiap orang pasti mempunyai tujuan keuangan misalnya membeli rumah, pergi umrah atau beribadah, menyekolahkan anak ke luar negeri. Semua itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.













