“Modal utama kita Provinsi Sumsel ini dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah menjadi perhatian dunia,” ungkapnya
“Kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Selain itu ada dua fungsi LRT. Suatu daerah dipercaya oleh 45 negara Asia dimana ada macan dunia (Jepang, Korea, China) menjadi tuan rumah penyelenggaraan event terbesar di dunia setelah sudah pasti daerah itu aman dan damai,” terangnya.
Lebih jauh Pelopor Sekolah Gratis dan Berobat Gratis ini mengungkapkan, Jakabaring telah berpengalaman untuk penyelenggaraan event olahraga mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu 42 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC.
“Banyak yang tidak percaya, tapi berkat persatuan dan kesatuan serta ridho Allah, Alhamdulillah inilah provinsi Sumsel yak menjadi lirikan dunia, dan membuat daerah lain iri,” pungkasnya
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo menambahkan, dari try out ini diharapkan pelajar lebih percaya diri mengerjakan soal UNBK nanti. Untuk soal try out (TO) ini sendiri ia mengatakan, dibuat oleh guru-guru berprestasi dan terbaik untuk diukur setara dengan UNBK.
“TO ini bukan sebgai barometer hanya kesiapan mental agar pelajar bisa menghadapi ujian itu biasa saja,” pungkasnya
editor : ardi













