Unicef juga melaporkan, banyak anak di kawasan yang dikusai teroris Islamic State harus menghadapi kekerasan psikis dan fisik dalam keseharian mereka. “Anak-anak di Raqqa di timur laut Suriah yang merupakan kubu pertahanan IS, kerap dipaksa untuk menonton video eksekusi penyembelihan atau penembakan para sandera”, ujar Singar yang pimpinan Unicef di Damaskus.
“Itu bukan kisah perang dari abad pertengahan. Tapi realitas sehari-hari saat ini di Suriah”, ujar Singer lebih lanjut. Hal ini menunjukkan dengan tegas, anak-anak di Suriah adalah korban utama yang samasekali tak bisa melawan dari perang brutal di negeri itu.
Editor : ardi













