Diapun kembali memberikan kesempatan para siswanya yang merasa masih dendam terhadap apa yang dia lakukan. Guru LK menyadari jika dalam hati para siswa yang dia lakukan tindakan pasti hatinya berkecamuk.
“Saya masih menerima, saya mengerti perasaan kamu saat ini mungkin masih berkecamuk, ada dendam dalam hatimu ingin membalas saya, nggak apa-apa. Kamu bisa datang ke saya suatu saat pun kalau ingin melampiaskan dendam itu juga boleh. Saya akan menerima dan saya tidak akan menghindar, sama seperti yang kamu lakukan tadi (tidak menghindar),” katanya.
“Tolong disadari, saya melakukan itu bukan tanpa tujuan, saya paham sekali, saya ngerti sekali di dalam hati kamu berkecamuk, ingin membalaskan dendam kamu ke saya atau mungkin kamu ingin melaporkan saya ke polisi,” tambahnya.
Dia dan para siswanya sudah tahu apa yang melatarbelakangi tindak penamparan karena siswanya tersebut meninggalkan kelas saat mata pelajarannya.
“Tapi kita sudah berjanji dulu tadi ya, kita sama-sama sudah mengerti kenapa saya melakukan itu,” ucapnya kepada para siswa yang ditampar.
“Saya ngerti kamu ingin membalas saya berkecamuk di sini, karena saya sudah pernah merasakannya, saya pun juga dulu dendam karena itu, tapi saya pahami. Rasa sakit yang dirasakan barusan saya berikan, digunakan sebagai pengingat karena kalian sudah keterlaluan. Kalian sudah benar-benar keterlaluan, jadi saya gunakan itu (menampar) sebagai pengingat. Supaya kalau kamu keterlaluan lagi, kamu tidak perlu merasakan yang lebih sakit lagi,” kata oknum guru tersebut.
“Oke disadari ya, sadar dengan perasaan dan hati yang tulus,” kata guru LK kembali di hadapan para siswanya.
“Iya pak,” jawab para siswa.
Guru LK juga menyampaikan permintaan maaf kepada para siswanya.
“Dengan penuh hati yang tulus, saya meminta maaf kepada kalian, kalau memang itu menyakiti hati kalian. Apakah kalian menerima maaf saya,” ujarnya.
“Insya Allah,” kata seorang siswa.
“iya menerima pak,” jawab siswa lainnya.
“Alhamdulilah, semuanya menerima. Kita sudah saling memaafkan, semua yang ada di sini kita semua sudah saling memafkan. Apapun kejadiannya, harus ada klarifikasinya. Ini klarifikasi saya dan ini anak-anak yang barusan saya lakukan tindakan,” ujar guru LK.
Dia juga berharap agar para orang tua dari siswa-siswa yang ditindak bisa memahami mengapa hukuman bisa diterima anak-anak mereka.
“Saya harap orangtua dari anak-anak ini paham mengapa saya melakukannya dan saya kira anak-anak ini sudah bisa menjelaskan ke bapak ibu semuanya mengapa saya melakukan ini, dan mereka saya yakin bisa menjelaskan dengan pemahaman yang lebih baik,” tutupnya.(detik)
Editor : Maskur













