Setelah kejadian itu, Jonathan pun kembali ke Surabaya. Ia pun sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya tengah viral di media sosial malam itu.
“Habis pulang, lalu sudah viral. Lho ini katanya sudah clear (dengan Dewi). Ini ingkar dari perjanjian lisan, dimana ada banyak saksi saat mediasi,” katanya.
Ia sempat mempertanyakan mengapa bisa ada foto KTP dan nomor ponsel di media sosial itu.
Sehingga, ia berinisiatif menghubungi pihak mal untuk mendapatkan penjelasan.
Jawaban dari pihak mal, Dewi kembali ke pihak manajemen mal setelah Jonathan meninggalkan mal.
Jonathan pun menduga, Dewi mengabadikan identitasnya yang tertera di dalam KTP dan nomor ponsel yang diserahkan kepada pihak manajemen mal.
“Kata pihak mal, ‘saya tidak tahu itu di-viral-kan’,” tutur Jonathan.
Setelah namanya viral, Jonathan mengaku sering mendapatkan teror dari nomor tak dikenal di ponselnya. Bahkan, keluarganya pun menjadi sasaran lantaran ia juga menyerahkan identitas ibunya kepada pihak mal.
Ia pun berencana akan melaporkan Dewi dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Polsek Kelapa Gading.(tribun)
Editor : Maskur













