“kita disini bukan untuk jalan-jalan tetapi kita turun kejalan untuk menyuarakan suara kita, bunuh kapitalisme negara ini,”ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, dirinya juga seorang buruh yang bekerja di perkebunan Mesuji, mengatakan ia datang bersama anaknya yang masih balita dan rekan-rekan lainnya dari mesuji menggunakan bus.
“Kita berangkat dari tengah malam pukul 02.00 WIB, saya disini mau menuntut hak kami parah buruh, hidup kami sudah susah jangan ditambah susah lagi,”ucapnya sambil berjalan di barisan buruh.
Tuntutan-tuntuan yang mereka harapkan adalah sebuah asa untuk mensejahterakan hidup para buruh, memang buruh jauh dari kata sejahtera dengan nilai-nilai ekonomi saat ini. (Ab)
editor : awan













