KORDANEWS – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sudah sejak awal kukuh ingin menjadi calon wakil presiden (cawapres). Selama ini publik pun tahu kalau awalnya, Cak Imin menyodorkan diri ke Jokowi. Tapi perkembangan arah politik tampaknya kurang baik.
Sepertinya Jokowi enggan berpasangan dengan Cak Imin. “Nah, kini ia ubah haluan. Sekarang ia berusaha untuk menawarkan dirinya ke Prabowo Subianto. Niat jadi cawapres pun harga mati,” kata Pengamat politik Silvanus Alvin dilansir kepada Harian Terbit, kemarin.
Pengamat dari Universitas Bunda Mulia (UBM) ini menilai, Cak Imin memang lebih berpeluang untuk bisa jadi cawapres bersama Prabowo. Perlu dicatat, lebih berpeluang, bukan berarti pasti jadi pasangannya Prabowo. Sebab, masih ada PKS yang lebih dulu mendukung Prabowo.
Tentu Prabowo tidak akan begitu saja melangkahi PKS. Namun yang dilakukan Cak Imin kurang elok dalam berpolitik. Karena demi menjadi cawapres maka ia tidak peduli harus berpasangan dengan siapapun.
“Saya melihat gaya berpolitik Cak Imin ini kurang elok. Demi nafsu pribadi ingin menjadi cawapres, ia sampai tidak memedulikan mau berpasangan dengan siapa,” paparnya.
Lebih lanjut Silvanus mengatakan, saat ini publik pasti aware dengan sikap Cak Imin. Apalagi bulan lalu, Cak Imin terus menggaungkan Join (Jokowi-Muhaimin) tapi sekarang mulai muncul niat mau beralih ke Prabowo.
Memang ada baiknya agar pasangan capres maupun cawapres terbentuk karena kesatuan visi dan misi, bukan sekadar nafsu politik belaka. Sehingga ketika jadi pun benar-benar bisa mensejahterakan rakyat bukan untuk kelompok atau dirinya sendiri.













