“Hasil otopsi menunjukkan, waktu dilahirkan kondisi bayi dalam keadaan hidup,” terang perwira berpangkat tiga balok di pundak itu.
Daky menambahkan, jika bayi dipastikan sempat menghirup udara. Karena hasil tes apung, paru bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup. Bayi meninggal, diduga karena gagal bernapas saat dibuang di septik tank.
“Penyidik belum meminta keterangan pelaku, karena masih menjalani opname di RSUD Kabupaten Ngawi usai pendarahan. Sementara jazad bayi yang tidak berdosa dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesumo, Kota Bojonegoro untuk diotopsi,” pungkasnya. (net)
Editor : mahardika













