Selanjutnya, lanjut Sandi, yang penting juga adalah disiplin, baik disiplin waktu maupun disiplin komitmen. “Seperti para calon dalam kampanye, harus disiplin dengan komitmen yang dijanjajikan. Kami di Jakarta jalankan OK Oce, dan di Sumsel ada OK Oce kite, ini harus jadi tonggak di Sumsel,” terangnya.
Terakhir tips yang disampaikan Sandi yakni niatkan berwirausaha bukan untuk memperkaya diri sendiri, melainkan menciptakan lapangan kerja. “Hasilkan output untuk bangsa dan negara, ciptakan lapangan pekerjaan. Saya memulai usaha dengan tiga karyawan sekarang 28 perusahaan dalam grup kita,” ungkapnya.
Apalagi di Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games, para pengusaha lokal harus mampu mengambil bagian. “Baik pelaku bisnis kuliner dan sebagainya. Jangan sampai pesta Asian Games, orang dari luar datang mengambil kue (peluang) itu,” katanya.
Salah satu peserta, Sakdia bercerita, dia sudah cukup lama menjalankan bisnis rumahan yang memproduksi sejumlah kue. Namun dalam pengembangan menghadapi kendala untuk memiliki peralatan yang baik dan efektif, yakni alat untuk memasak kue itu.
“Kita butuh oven, tapi belum mampu beli. Jadi keinginan kita selain pelatihan juga butuh pendampingan untuk modal,” katanya.













