HeadlineSumsel

Kemensos: Rara LIDA Jadi Contoh KPM PKH Bisa Berprestasi

×

Kemensos: Rara LIDA Jadi Contoh KPM PKH Bisa Berprestasi

Share this article

KORDANEWS – Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat memberikan apresiasi kepda Pendamping PKH yang mampu mendorong kemandirian KPM sehingga tergraduasi secara mandiri serta Pendamping PKH yang turut mengawal anak-anak KPM PKH meraih berbagai prestasi.

“Anak-anak KPM PKH banyak yang berprestasi, tentunya ini tak lepas dari peran penting Pendamping PKH. Kementerian Sosial memberikan apresiasi tertinggi kepada semua yang telah mengharumkan nama PKH dengan berbagai capaian positif,” kata Dirjen seraya disambut tepuk tangan hadirin.

Harry menyebutkan, salah satu siswa berprestasi dari Sumatera Selatan adalah Tiara Ramadhani. Anak KPM PKH ini lahir di Prabumulih, 6 Desember 2001. Rara, sapaan akrabnya, merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Abdul Rohim (67 tahun), dan Tapyati (46 tahun).

Rara merupakan pelajar kelas 11 MIPA dari SMA Negeri 1 Prabumulih. Ia adalah juara umum Festival Sriwijaya dari tahun 2011-2017, juara 1 Teater monolog Tingkat Nasional, serta juara 1 Nyanyi Festival dan Lomba Senin Siswa Nasional (FSL2N) tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, Rara menjadi Juara 2 di pentas Liga Dangdut Indonesia di Indosiar, Rara bersaing dengan Silfi dari Sulawesi Selatan yang juga merupakan Anak KPM PKH. Bahkan Silfi menjadi Juara 1 dalam kompetisi tersebut. Luar biasa 2 anak dari KPM PKH berprestasi di tingkat nasional.

Seperti diketahui berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluaga dan atau seseorang yang miskin dan rentan miskin, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Datanya diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai KPM PKH.

Adapun tujuan Program Keluarga Harapan (PKH), di antaranya meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin, menciptakan kemandirian bagi keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta mengenalkan produk dan jasa keuangan formal kepada KPM.

PKH pun menjadi program prioritas nasional karena mempunyai dampak langsung yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan dengan meningkatkan daya beli masyarakat yang kurang mampu melalui bantuan sosial non tunai yang diberikan.

PKH juga terbukti menjadi program bantuan sosial yang mendorong kreativitas keluarga dalam meningkatkan produktivitasnya serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga melalui akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. (Ab)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *