“Pada prinsipnya, untuk angkutan lebaran logistik kami bekerja selama 24 Jam, untuk dwelling time (waktu bongkar), untuk TPK yang terukur rata-rata 3,25 dan akan ditingkatkan sampai 3,3 paling tidak” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk angkutan lebaran pada H-7 sampai dengan H+7, yang biasanya seminggu empat kali menjadi setiap hari. Khusus untuk lebaran biasanya disiapkan armadanya satu dari Ekspres Bahari menjadi distandbykan dua.
“Jumlah penumpang tentu akan mengalami peningkatan dari hari biasa 60 – 80 penumpang. Naik menjadi 120 penumpang per hari,” ujarnya. (eh)
Editor: Janu













