KORDANEWS – Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan telah memeriksa 14 saksi kasus sahur on the road yang berujung maut. Seorang siswa SMAN 29 yang baru lulus tahun ini tewas usai melakukan sahur on the road (SOTR).
“Dari pemeriksaan tersebut kami sudah mengetahui ciri-ciri pelakunya. Sekarang tim masih mengejar pelakunya,” kata Indra saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juni 2018.
Korban tewas bernama Leonardo Pamanda, 17 tahun, yang mengalami luka bacokan. Korban tewas akibat dibacok kelompok tak dikenal ketika sedang makan sahur di dekat SMP Negeri 19 Jalan Kerinci Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Juni 2018.
Sebelum insiden itu, Leonardo dan rombongan siswa dan alumni SMAN 29 mengadakan SOTR. Rombongan korban yang berjumlah sekitar 60 orang sempat terlibat tawuran dengan kelompok pemuda di Jalan Antasari. Dalam bentrokan itu, seorang pemuda mengalami luka, tetapi bukan dari rombongan siswa SMAN 29.
Setelah bentrokan di Antasari, anggota rombongan SMAN 29 mengunggah status di media sosialnya. Status yang diunggah berkaitan kemenangan mereka dalam bentrokan di Antasari.
Seusai terlibat bentrokan, rombongan SMAN 29 melanjutkan SOTR dengan membagikan makanan. Setelah membagikan makanan, mereka berencana kembali ke sekolah. Namun, di tengah perjalanan mereka kembali terlibat bentrok di dekat SMP 19.
Saat bentrokan kedua terjadi, Leonardo tewas dengan luka sabetan senjata tajam yang menembus paru-parunya. Selain Leonardo, satu temannya pun, Muhamad Biqi Afath, 18 tahun, menjadi korban.
“Muhamad terkena sabetan senjata tajam dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina,” ujar Indra. “Korban tewas hanya Leonardo.”













