Meski begitu, kata Qodary, nama Soeharto rupanya juga mengalami penurunan sejak survei pada April 2011. Hal ini menurutnya sejalan dengan menguatkan presepsi publik bahwa era reformasi lebih baik.
“Soeharto mengalami penurunan dari 40,5 persen menjadi 32,9 persen hal ini sejalan dengan penilaian publik yang melihat era reformasi lebih baik 52,7 persen,” jelasnya.(net)
Editor : mahardika













