Sampai bulan Juni, menurut Menteri Kominfo masih ada sekitar 20 ribuan akun yang disisir untuk dievaluasi dan verifikasi. “Sejak kejadian di Mako Brimob kemudian Surabaya, rata-rata sehari ada 400 – 500 konten radikalisme. Tapi terakhir ini turun dalam sehari ada 50-an saja,” katanya.
Kementerian Kominfo, menurut Menteri Rudiantara meningkatkan frekuensi pantauan dan penyisiran untuk memastikan konten radikalisme berkurang dari dunia maya. “Frekuensinya ditingkatkan, dulu berapa jam sekali (penyisiran) sekarang dua jam sekali,” katanya.
Soalan satelit yang disewa dari operator satelit Avanti juga ditanyakan oleh jurnalis. Menanggapi hal itu, Menteri Kominfo menegaskan perhatian Kementerian Kominfo hanya pada slot orbital satelit pada 123 derajat sebelah timur orbit Bumi.
“Kominfo hanya manage orbital slot-nya. Kami sekarang hanya antisipasi untuk nanti pertahankan alokasi slot orbital satelit itu. Karena orbital slot hanya ada delapan di dunia, salah satunya di Indonesia. Atas nama Kementerian Pertahanan di-manage oleh Indonesia,” jelasnya
Berkaitan dengan pertanyaan jurnalis mengenai tayangan live streaming di situs salah satu TV Swasta yang tidak bisa berfungsi dengan baik, Menteri Rudiantara menyebut hal itu berkaitan dengan batasan sponsorship.
“Kalau kontennya terserah kepada broadcaster-nya bisa dilewatkan ke free to air atau melalui internet. Kalau tidak ada batasan soal sponsorship itu tidak masalah,” jelasnya.













