“Saya berharap fasilitasnya itu segera diperbaiki. Masa kami belajar badan kami basah semua karena kepanasan karena AC, kipas angin dan proyektor dalam kondisi mati hanya pajangan,” harapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam, Alfi Julizun Azwar mengatakan, pihaknya menuduh mahasiswa yang melakukan aksi tersebut itu sudah ditunggangi oleh oknum yang berawal dari permasalahan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang sehingga ditarik ke persoalan Iwama.
Menurutnya, Iwama itu merupakan organisasi indepedent yang merupakan kesepakatan bersama baik itu dalam sisi strukturnya. Mengenai pungutan yang dilakukan, sumbangan Itu sudah kesepakatan bersama tanpa ada paksaan dari manapun.
“Itu tidak adak paksaan dan sudah kesepakatan bersama tanpa intervensi manapun. Kami tidak makan sama sekali uang itu dan mereka ini semua tidak tahu mekanismenya. Kalau mereka mau membubarkan Iwama ini juga silahkan, kami fakultas hanya memfasiltasi dengan arahan kegunaan saja,” kata Alfi.
Mengenai fasilitas yang dipersoalkan, lanjut Alfi, itu semua wewenang dari pihak rektorat. Pihak fakultas hanya mengajukan saja kepada pihak rektorat mengenai fasilitas.
“Fakultas tidak berdaya karena masalah fasilitas itu semua oleh rektorat kalau kami dari fasilitas hanya mengajukan daka ke rektorat dan selanjutnya itu urusan dari rektorat,” pungkasnya. (Ab)
editor : awan













