KORDANEWS – Melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar tak hanya berdampak bagi kalangan dunia usaha, namun juga dikhawatirkan calon jamaah umrah. Pasalnya, dengan melemahnya rupiah akan berdampak kepada naiknya harga hingga berimbas kepada meningkatnya pengeluaran. Jamaah juga khawatir akan adanya kenaikkan ongkos berangkat umroh.
Kepala Cabang Al Bilad Lahat, Tubagus Muhammad Abdus Shomad, SPd. I mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah sejauh ini berpengaruh kepada dunia usaha. Namun hal itu tidak terjadi pada usaha travel umrah khususnya trevel yang pihaknya kelola Al Bilad.
Dikatakan Tubagus, sejauh ini tidak ada kenaikkan ongkos bagi jamaah umrah yang akan berangkat melalui Al Bilad. “Ya meskipun sejauh ini rupiah melemah ongkos bagi jamaah yang akan berangkat tidak ada kenaikkan, “ungkap Tubagus, Senin, (10/9).
Menurut Tubagus tidak ada kenaikkan ongkos bagi jamaah umroh karena pola yang dijalankan pihaknya dengan sistem booking dahulu untuk jangka kedepan sehingga meski rupiah melemah harga yang akan dibayar jamaah tetap atau tidak ada kenaikkan.
Pihaknya juga saat ini memakai pola dana talangan. Jamaah berangkat dahulu bayarnya sepulang dari umroh dan bisa dicicil. Untuk program tersebut bekerjasama dengan Bank Mandiri Syariah.
“Untuk satu orang jamaah di Al Bilad Rp24,5 juta. Insya allah tuk jadwal keberangkatan sudah terjadwal dari November ini sampai Maret tahun 2019 dan sejauh ini tidak ada jamaah yang mengundurkan diri,“ungkapnya.













