“Kita semua ada BPJS ketenagaankerjaan, kita bekerja terdapat beberapa sip, kalau bekerja di luar dari jam kerja dibayar lembur,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, sekelompok massa yang melakukan unjuk rasa ke DPRD Muara Enim pada 10 September 2018 lalu tidak mewakili pekerja di PT PGE yang berasal dari masyarakat Semende.
“Jika ada oknum yang mengatasnamakan masyarakat Semende ataupun pekerja asal Semende merasa resah itu tidak benar dan bukanlah dari kita,” lanjutnya.
Sekretaris DPRD Muara Enim Lido Septontoni mewakili DPRD Muara Enim yang menemui pengujuk rasa, meminta pengujuk rasa menunggu hasil dari tim investigasi yang telah dilakukan oleh pihak terkait terhadap permasalahan ini.
“Saya mewakili pimpinan dewan menyampaikan permintaan maaf karena anggota DPRD Muara Enim saat ini sedang tugas luar. Untuk itu kita menunggu hasil investigasi tim dari pihak kepolisian. Hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada komisi terkait serta pimpinan dewan,” ujar Lido.(ari)
Editor : mahardika













