Hal senada juga diungkapkan Diogargian. Dirinya juga mengaku melihat adegan yang nyaris serupa di pinggir lapangan basket dalam GOR Perahu Kajang pada saat mengantarkan anaknya latihan karate.
“Aku tadi juga melihat, pas kami datang terlihat dua sejoli yang laki-laki lagi memangku yang wanita. Duduk di lantai, di pinggir lapangan basket. Tapi kami buang muka. Tidak enak melihat adegan seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih Lemkari OKI Tsabit Awalun mengatakan, sejak GOR Perahu Kajang jarang ditunggui pihak Dispora, jadi sering sekali bujang gadis bikin ulah disitu. Padahal ada CCTV disetiap sudut GOR. Karena itulah, ia tidak mau ajak anak – anak latihan di lapangan tengah GOR, lebih baik di dalam ruangan.
“Cek saja setiap siang dan sore di GOR Perahu kajang, mestinya itu area kegiatan olahraga, bukan tempat nongkrong apalagi mesum. Dulu pernah kami nangkap remaja yang berbuat mesum di GOR itu, mestinya ada yang tunggu dan mengingatkan aktifitas yang ada disana,” katanya.
Penjaganya cuma datang buka pintu dan nutup saja, lanjutnya, terus pihak Dispora sepertinya juga jarang ada disana. “Kalau dulu sampai sore, dan seharusnya ada pengamanan minimal Pol PP. Ini perlu, sebab di GOR banyak anak – anak usia dini, kalau sampai terlihat mereka bisa jadi contoh buruk,”pungkasnya.
Editor : mahardika













