“Setidaknya ada 2 peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol, namun ini memang masalah mental dan mereka terburu-buru setelah tertinggal,” ungkapnya.
Dirinya pun menyatakan sudah mengantongi sejumlah evaluasi terkait laga ini dan mentargetkan mampu membalikkan keadaan saat kedua tim kembali bersua, Minggu (16/9) di lokasi yang sama.
“Pasti ada rotasi, selain itu kekurangan seperti salah passing atau kurang koordinasi akan kami antisipasi, semoga anak-anak di laga kedua nanti mampu bermain lebih lepas,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih PSMS Medan Reswandi mengaku puas dapat mencuri poin penuh di kandang lawan. “Anak-anak bermain tenang dan mampu menjalankan taktik yang memang sudah kami persiapkan. Di usia dini ini, memang PSMS U16 telah kami sesuaikan dengan ciri khas anak Medan namun tetap menjalankan kurikulum filosopi sepakbola Indonesia,” ujar eks pemain SFC di era double winner ini.
Dirinya pun tidak mempermasalahkan adanya format pertandingan yang mewajibkan kedua tim bertemu 2x tanpa istirahat di 2 hari secara berturut-turut. “Justru kami sangat menyambut baik karena selama ini memang sangat kurang pembinaan usia di tanah air, soal jadwal pertandingan kami sudah melakukan simulasi sebelumnya dan rasanya tidak masalah,” pungkasnya.
editor : lintang













