“Penipuan ini saya jalankan baru sekitar dua bulan. Dua teman saya itu saya
tugaskan untuk mengangkat telpon calon korban jika berhasil mereka saya
berikan bagian sepuluh persen,”jelas warga Aceh yang bermukim Perumahan
Bukit Dagu, Bogor, Jawa Barat ini.
Lain halnya pengakuan Samsuna dirinya ditugaskan Salman sang otak pelaku
hanya mengangkat telpon lalu ngobrol menawarkan beton korban setelah
disepakati beton yang akan dibeli korban dirinya lalu menyuruh korban untuk
mentransfer uang melalui rekening.
“Kalau ada yang menelpon saya angkat lalu saya menawarkan penjualan beton
kepada korban itu saja pak, kalau uang saya dikasih delapan juta baru
sekali saya terima uang dari Salman,”ucapnya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto
menjelaskan modus ketiga pelaku dalam melancarkan aksi penipuan yakni
dengan membuat akun palsu atas nama PT Adymix Beton. Lalu ketiga pelaku
berpura pura menawarkan beton semen kepada salah satu perusahaan dikota
Palembang.
“Setelah terjadi negosiasi akhirnya perusahaan memesan semen beton kepada
PT Adymix Beton dan terjadi lah transaksi korban mentransfer uang sebesar
86 juta, namun setelah tiga hari barang yang dipesan tak kunjung
datang,”ujarnya didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Yoga Baskara Jaya.
Setelah ditelusuri oleh korban, ternyata PT Adymix Beton tidak ada di
Palembang tapi berada di Tangerang sadar telah tertipu akhirnya korban
melaporkan ke Polda Sumsel.
“Kuat dugaan pelaku sudah lama menjalankan aksi penipuan ini, karena adanya
catatan dan barang bukti yang diamankan seperti laptop, rekening tabungan
dan puluhan kartu ATM dari berbagai bank yang digunakan untuk menampung
uang hasil penipuan,”pungkasnya. (Dik)
editor : awan













