“Syukur-syukur bisa bersahabat dengan alam. Emisi gas buang dan lainnya tidak berbahaya bagi kesehatan maayarakat di sekitarnya,” ujar HD.
Tak hanya itu dia juga berpesan agar pengelola memperhatikan kawasan rawa yang ada di sekitar lokasi. Menurutnya kawasan rawa sebagai akses pembuangan air jangan sampai dihilangkan. “Rawa disana itu sebagai retensi, itu jangan sampai hilang bila perlu dijadikan tandon air.
Sementara itu, Direktur PT. Fauzi Panca Manunggal pengelola Sriwijaya Central Business District (SCBD) Gandus Kota Palembang, Intan Fauzi mengatakan pihaknya sangat berharap kawasan industri ini segera terealisasi. Sehingga bisa ikut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.
Pihaknya kata Intan beberapa waktu lalu juga sudah melakukan paparan untuk memperkenalkan kawasan Industri Sriwijaya CBD di hadapan walikota Palembang yang dihadiri investor korea. Kemudian mengikuti roadshow ke Jepang yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian oada September 2017.
“Sudah beberapa kali kami paparan dan FGD. Hari ini kami datang lagi untuk mendapatkan dukungan dari Pemprov. Kami juga sudah ke paparan ke Pemkot dan pusat yang membidangi di Kementerian Perindustrian agar ini cepat terbangun. Kami juga bahkan roadshow ke Jepang untuk memperkenalkan kawasan ini” jelasnya.
Hingga saat ini diakui Intan pihaknya masih terus berupaya juga berkoordinasi dengan pihak dalam yakni RT dan RW. Melalui audiensi dan paparan ini dia berharap Pemprov memberikan dukungan penuh.(rel)
editor : awan













