Bendera tersebut selalu dibawa Rasulullah dan sahabatnya. Dalam peperangan tersebut sahabat Rasulullah disaat mengibarkan bendera Tauhid, ditebas tangan kanannya oleh musuh, kemudian sahabat mengambil bendera dengan tangan sebelah kiri, kemudian ditebas lagi dengan tangan dengan sebilah pedang, dan akhirnya sahabat memeluk bendera Tauhid dengan kedua tangan terpotong, lagi lagi musuh langsung menghunuskan pedangnya ke dada sahabat Rasulullah hingga meninggal dunia.
“Artinya betapa berat dan penuh pengorbanan jaman Rasulullah mempertahankan Bendera Tauhid tersebut. Namun Rasulullah berpesan bahwa sahabatnya meninggal secara Sahid karena mempertahankan bendera Arroya Bendera umat Islam. Oleh sebab itu kita bela dengan, dan pertahankan agar bendera tersebut tidak dilecehkan oleh orang yang ingin memecah belah umat Islam,” tegasnya.
MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lahat, dibawa komando Tanhar Efendi ini, dengan semangat 45 untuk melakukan aksi Bela Tauhid tersebut, terpantau Organisasi Pemuda Pancasila paling mendominasi dalam aksi Bela Tauhid.
Ketua MPC Lahat Tanhar Efendi melalui bendahara Habibullah Komar dalam aksi tersebut mengatakan bahwa, Organisasi Pemuda Pancasila adalah Ormas yang sudah diperhitungkan oleh pemerintah. Mulai dari kekompakan dalam berbagai aksi, dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Dalam aksi ini, Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Lahat mengecam keras atas pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan Ormas Banser. Oleh sebab itu kami dari Pemuda Pancasila membela agama Islam dan tauhid, sesuai dengan motto kami Pancasila Abadi, NKRI harga mati. Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang semoga orasi ini menjadi perhatian pemerintah dan menindak pelaku pembakaran bendera Tauhid,” pungkasnya.
Terpantau selama aksi Bela Tauhid berlangsung dengan long Marc dari masjid Al-Muttaqin sampai ke lapangan Pemda Kabupaten Lahat, situasi aman dan tertib. (Mil)
Editor: Janu













