KORDANEWS – Progres pengerjaan fisik Light Rail Transit (LRT) Palembang saat ini telah mencapai 98,76 persen. Secara keseluruhan ditargetkan beres pada April 2019.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Light Rail Transit (LRT) Palembang Suranto mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang fokus dengan pembangunan akses kedua stasiun yang belum selesai meliputi akses stasiun di Asrama Haji, Punti Kayu, Korem Garuda Dempo , dan depan Pengadilan Negeri.
Pembangunan akses kedua untuk 4 stasiun tersebut terkendala lahan. Pembebasan lahan di Asrama haji dan depan Punti Kayu sudah selesai. Untuk di kawasan depan Korem Gapo dan PN sekarang sedang menunggu izin yang masih dalam proses.
“Semua stasiun sudah bisa diakses oleh masyarakat. Namun ada 4 stasiun yang dibangun dua akses di stasiunnya yakni stasiun Asrama Haji, depan Punti Kayu, Korem Gapo dan depan PN,”katanya Sabtu (9/11).
Jika proses izin di depan Korem Gapo dan PN telah selesai selesai pada November ini. Maka ditargetkan penyelesaian secara keseluruhan pada April 2019 .
“Pengerjaan LRT Palembang ini diberi waktu hingga 2020. Untuk anggarannya yang awalnya Rp 10,9 triliun menjadi sekitar Rp 12 triliun. Penambahan anggaran itu diantaranya karena ada penambahan akses stasiun dan perubahan desain stasiun,” katanya.
Sementara itu, Deputi Infrastruktur Dan Pengembangan Wilayah Kementrian Perekonomian Wahyu Utomo menambahkan, kedatangannya ke Palembang adalah untuk mengecek pembangunan LRT, termasuk masalah yang terjadi.













