Menurut dia, CVR sangat penting ditemukan karena proses investigasi memerlukan rekaman pembicaraan atau komunikasi yang dilakukan awak kabin sebelum terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, KNKT masih tetap mencari CVR meskipun Basarnas telah menghentikan proses evakuasi. “Jadi data CVR ini akan lebih banyak mengamati human factornya,” tutup Soerjanto.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB, Senin 29 Oktober 2019. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin. (net)
Editor: Janu













