Sementara, beberapa rumah yang berada di daratan juga terdampak ledakan. Seperti rumah milik Eti yang berjarak 20 meter dari sungai. Kaca di rumah tersebut pecah dan plafon atap jatuh akibat getaran ledakan.
“Plafon atap lepas, cuma sudah dipaku lagi. Lainnya kaca dibagian samping berjumlah 5 kaca ikut pecah yang diakibatkan getaran. Itu rumah depan saya juga pecah kacanya dua buah,” ujarnya.
Cerita lain dari Oni warga lorong Hijriah yang sedang tertidur saat kejadian mengaku, kaget dan terbangun ketika suara ledakan menggelegar. Menurutnya, dirinya hanya mengira suara tersebut berasal dari petir sebab, saat kejadian cuaca sedang mendung.
“Sama kayak sekarang, cuaca kemarin sore mendung. Saya pun kaget saat mendengar suara ledakan. Saya awalnya mikir pasti suara petir. Saya saat kejadian belum tau ada ledakan dari SPBB. Taunya kapal terbakar dari asap hitam yang membumbung tinggi,” ujarnya. (Ab)
Editor : mahardika













