“Diperkirakan, 991 orang penduduk Pulau Sebesi yang dievakuasi dan akan tiba di Bakauheni sekitar pukul 12.00 Wib siang ini. Kami melihat kelegaan di wajah para pengungsi karena selama pascatsunami, penduduk Pulau Sebesi setiap hari bolak balik ke gunung karena khawatir akan datangnya tsunami sususan dengan keterbatasan makanan dan minuman. Rencananya, di Pelabuhan Bakauheni, penduduk yang dievakuasi akan disambut oleh ASDP dan Pemda setempat yang telah menyediakan makan siang dan bus, lalu segera diberangkatkan ke lokasi pengungsian yang aman di daerah Kalianda, Lampung Selatan,” tutur Imelda lagi.
Pulau Sebesi merupakan pulau berpenghuni terdekat dengan Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 7 nautical mile. Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda turut memicu kekhawatiran warga di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, dimana terdengar suara letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi terus-menerus.
Beberapa hari sebelumnya, ASDP melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) juga telah mengirimkan bantuan berupa sembako, susu, dan perlengkapan anak sehari-hari untuk para korban tsunami dan pengungsi di wilayah Banten yang disalurkan ke tiga posko yakni, Posko Kementrian Perhubungan, Kementrian BUMN, dan Posko PMI. (akurat)
Editor: Janu













