KORDANEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018, yang mengalami defisit . Defisit itu menjadi yang terbesar, sejak BPS mencatat neraca perdagangan pada 1975.
Menanggapi hal ini, Ekonom Senior Rizal Ramli buka suara. Baginya, ini neraca perdagangan paling payah di era Presiden Joko Widodo.
Rizal mengingatkan Jokowi, bahwa ekonomi itu bukan hanya soal infrastruktur. Ekonomi tak lain menurutnya adalah soal daya beli, lapangan pekerjaan dan neraca keuangan.













