Setelah dibujuk oleh orangtuanya, Hamka bersedia masuk sekolah pada Selasa. Saat tiba di sekolah, Hamka dipanggil oleh Ahmad untuk masuk ke ruangan BK.
“Setelah dipanggil dan masuk ke ruangan BK, anak saya dipukul perutnya. Hamka baru keluar ruangan setelah dipukuli oleh Ahmad,” katanya.
Saat pulang ke rumah, Hamka mengeluh kesakitan. Saat orangtua membuka baju, beberapa luka memar ditemukan di tubuh Hamka.
Baharuddin kemudian membawa anaknya ke Puskemas Tompobulu untuk divisum. Hasilya, luka Hamka muncul setelah dianiaya.
Baharuddin telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tompobulu. Dia berharap, kasus penganiyaan yang dialami anaknya diusut oleh kepolisian.
Namun, belum ada konfirmasi dari pihak Polsek Tompobulu atas laporan tersebut.
Editor : Chandra













