Adapun nilai kontrak untuk kedua proyek jembatan layang itu mencapai Rp 380,35 miliar yang mana jembatan layang Simpang Bandara-TAA senilai Rp 159,51 miliar dan fly over Keramasan senilai Rp 220,84 miliar dengan masa pelaksanaan sekitar 1 tahun 6 bulan.
“Untuk fly over Simpang Keramasan memang lebih panjang sehingga biayanya jauh lebih banyak,” kata dia.
Thomas menambahkan, dalam perencanaan BBPJN pun akan membangun dua jembatan lainnya yakni Simpang Charitas dan Simpang Sekip.
“Ini sudah masuk dalam perencanaan kita. Kalau Simpang Sekip akan dibangun fly over sedangkan Simpang Charitas masih dibahas apakah underpass atau fly over,” tegas dia.
Ia mengharapkan dengan adanya pembangunan fly over yang dikerjakan tahun ini mampu mengurai kemacetan di Kota Palembang.
“Kami hitung ada empat titik persimpangan kritis di dalam kota Palembang ini termasuk dua lokasi jalan yang akan kami bangun flyover,” ungkap dia.
Plt Sekertaris Daerah Kota Palembang, Kurniawan mengatakan, untuk pembebasan lahan pemkot dalam hal ini siap membantu.
“Untuk simpang Bandara-Tanjung Api Api ada pembebasan lahan sekitar 3.000 meter persegi yang terkena dampak pembangunan fly over ini,” kata dia.
Lanjut dia, tahun ini ada dana APBD senilai Rp 9 miliar untuk pembebasan lahan ini, dan harus selesai tahun ini juga.
“Sejauh ini kita sudah sosialisasi dan masyarakat sudah setuju terkait ini,” ungkap dia.
Untuk simpang keramasan tidak ada pembebasan lahan, karena pembangunan dikerjakan diatas lahan milik negara.
“Kita berharap dengan adanya pembangunan dua jembatan layang atau fly over ini dapat mengurai kemacetan yang terjadi selama ini dan mendukung Asian Games 2018,” ungkap dia.













