Sehari sebelum mendapat kabar kematian ayahnya Fahrudin sudah ada firasat, firasat tersebut ada ular sepanjang dua puluh centimeter secara tiba-tiba masuk ke rumahnya, firasat lain seekor cicak secara tiba-tiba jatuh dikepalanya.
“Kalau saya tidak tinggal serumah dengan ayah, sejak menikah saya pisah dengan ayah. Ayah saya sehari-hari kerja serabutan, dengan ibu sudah lama bercerai. Rencananya sudah dari rumah sakit jenazah ayah akan kami bawa pulang ke Kertapati,”ucapnya.
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kompol Dr Mansuri menjelaskan dari hasil pemeriksaan luar jenazah korban yang ditabrak kereta beberapa bagian tubuh korban ada yang lepas dan putus luka yang paling serius berada dibagian kepala dan wajah,”pungkasnya. (Dik)
Editor : Jhonny













