KORDANEWS-Pemasaran Kopi melalui Palembang tidaklah mudah, karena masih banyak kendala yang terlebih dahulu disiapkan, terkait mau kemana dipasarkan, produksi kopi itu tergantung dengan insfrastruktur dan tergantung juga dengan pelaku usahanya sendiri, yang tak mungkin sebagai pemerintah daerah mengontrol dengan sepenuhnya.
Hal ini disampaikan Bupati OKU Selatan, Popo Ali Murtopo sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia mengatakan “Apa yang kita lakukan, tentulah bertahap, dan harus bekerjasama dengan provinsi, seperti juga disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, kalau kita mempunyai pelabuhan, kedepan kita bisa menampung jumlah komuditas yang lebih banyak dan tentunya strukturnya akan ada di Sumsel dan saya yakin pengusaha juga akan banyak dan tentukan strukturnya akan ada di Sumsel“ jelasnya.dLm Grand Lounching Rumah Kopi di Palembang.
Dirinya, yakin kalau pengusaha juga akan berfikir mengalokasikan baik proses pengelolaannya menjadi siap ekspor, tentu mereka akan berpikir Sumsel. Karena produksi tempat dan sumber produksi sendiri di Sumsel.
“Saya kira ini memang bertahap dan tentu perlu kerjasama berbagai pihak, komitmen bersama untuk ke arah sana, yang kita harapkan sama saja, karena jarak Lampung ke Oku Selatan, jarak Selatan ke Palembang sama saja, tapi lebih ,banyak kan komoditas ini, tidak ada tersebar di Oku Selatan saja, di Muara Enim ada lahan yang secara geografis letaknya menguntungkan Sumatera Selatan” tambahnya.













