Tarian ini sering dilakukan untuk menyambut tamu-tamu penting dalam acara tertentu seperti acara-acara formal atau acara pernikahan. Tarian ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian adat mereka. Selain itu, disebut tari Tanggai karena para penarinya juga memakai tanggai yang terbuat dari tembaga. Tarian ini disajikan dengan memadupadankan pakain adat dan lemah gemulainya gerakan penari. Tari Tanggai mengandung filosofi bahwa masyarakat Sumatera Selatan adalah masyarakat yang ramah, menghargai, dan juga menghormati orang lain.
b. Tari Tenun Songket
Tarian ini merupakan cerminan dari keseharian para ibu rumah tangga dan para remaja putri di Sumatera Selatan. Dalam kesehariannya, para ibu rumah tangga dan remaja putri melakukan perkerjaan berupa menenun kain songket yang merupakan kain khas daerah mereka. Selain sebagai upaya pelestarian tarian adat, tarian ini sekaligus sebagai promosi terhadap kain khas daerah mereka, yaitu kain songket.
c. Tari Putri Bekhusek
Tarian ini memperlihatkan tarian ketika putri sedang bermain. Tarian ini merupakan lambang dari kemakmuran daerah Sumatera Selatan yang kaya akan sumber daya alam.
d. Tari Menyadap Karet
Tarian ini memperlihatkan aktifitas muda-mudi masyarakat Sumatera Selatan yang sedang menyadap karet. Sambil melakukan hal tersebut, ditunjukkan bagaimana seorang perempuan bertemu laki-laki yang kemudian menuju jenjang pernikahan. Tarian ini menunjukkan keadaan suka ria. Selain tentang pertemuan laki-laki dan perempuan, tarian ini juga mengandung filosofi tentang kekayaan alam Sumatera Selatan berupa usaha penyadapan karet yang sangat tersohor.
e. Tarian Madik (Nindai)
Tarian ini memperlihatkan proses orang tua laki-laki dalam memilih calon menantu mereka. dalam proses pemilihan itu, orang tua pria datang ke tempat keluarga perempuan untuk melihat madik dan nindai si perempuan. Hal tersebut dilakukan untuk melihat kepribadian calon mempelai perempuan. Diharapkan, dengan memiliki kepribadian yang baik, si perempuan mampu menjaga pernikahannya yang langgeng bersama suami.
4. Makanan Khas
Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal makanan khas Sumatera Selatan. Pempek dan tekwan merupakan dua jenis makanan khas Sumatera Selatan yang begitu tersohor di berbagai daerah. Kelezatan makanan daerah Sumatera Selatan ini cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Baik Pempek dan Tekwan, keduanya juga melambangkan kekayaan alam Indonesia.
Bukan dari bentuk visual maupun rasa makanan, namun bahan baku pembuatan kedua makanan tersebut. Baik Pempek dan Tekwan, keduanya dibuat dengan bahan baku daging ikan dan sagu. Ikan merupakan salah satu kekayaan alam laut Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan potensi laut. Maka selayaknya pemanfaatan alam laut patut diapresiasi. Selain itu, pemanfaatan sagu sebagai bahan dasar pembuatan Pempek dan Tekwan juga menunjukkan betapa kaya hasil bumi masyarakat Indonesia.
Demikian kekayaan budaya yang dimilki oleh provinsi Sumatera Selatan. Selain menjaga kekayaan budaya tersebut, patut kiranya jika kita mengapresiasi dan juga melestarikannya. Selain itu, hendaknya kita juga mampu mengambil filosofi hidup yang bermanfaat dari berbagai jenis kebudayaan itu.(Ist)
Editor :J.Wick













