Meski demikian, kandungan protein pada seitan tidak lengkap karena produk ini tidak mengandung asam amino lisin yang dibutuhkan tubuh. Padahal, tubuh hanya bisa mendapatkan lisin dari asupan makanan.
2. Aman bagi orang yang alergi kedelai, tapi bisa memicu penyakit lain
penyakit celiac diabetes
Kedelai merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering memicu alergi. Padahal, kacang kaya protein ini digunakan dalam banyak produk vegetarian seperti tempe dan tahu.
Seitan tidak mengandung kedelai sehingga aman bagi orang yang memiliki alergi. Akan tetapi, produk ini tidak bisa dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi terhadap gluten atau menderita penyakit celiac.
Kandungan gluten dalam daging vegetarian seitan ini justru dapat memicu gejalanya, bukan membuat penderitanya menjadi sehat.
3. Kaya nutrisi, tapi telah banyak melewati pemrosesan
Kandungan nutrisi bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menentukan apakah daging imitasi untuk vegetarian terbilang sehat atau tidak.
Kendati padat nutrisi, produk ini telah melewati berbagai proses pengolahan. Itu sebabnya, makanan ini tidak lagi tergolong sebagai makanan utuh.
Anda boleh saja mengonsumsi daging imitasi, asalkan kebutuhan bahan makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan sejenisnya tetap terpenuhi.
Daging imitasi justru perlu dibatasi jika Anda sudah sering mengonsumsi makanan yang telah diolah.
Sehat atau tidaknya daging imitasi untuk vegetarian, sebenarnya semua tergantung tergantung pada pola makan Anda.
Daging imitasi memang memberikan protein dalam jumlah besar, tapi Anda harus tetap memperoleh protein lengkap dari kacang-kacangan dan biji-bijian.
Konsumsinya juga tidak boleh berlebihan. Cukup jadikan daging tiruan sebagai salah satu alternatif agar menu makanan sehari-sehari menjadi lebih berwarna.
Batasi konsumsinya jika Anda mengalami keluhan pada pencernaan setelah mencoba produk ini.
Editor :John.W













