“Hal yang tidak kalah pentingnya, Jambore ini untuk merekatkan ikatan bathin sesama ustadz dan ustadzah Rumah Tahfidz juga memperkuat jaringan kelembagaan antar Rumah Tahfidz di Sumsel,” katanya.
Terhadap pembentukan mentalitas bagi santri dan pembinanya, menurut dia, baik santri maupun para pembina diharapkan dapat memiliki kemampuan membangun kemandirian secara tarbawi (pendidikan), iqtishadi (ekonomi) maupun ijtima’i (kemasyarakatan).
“Para pimpinan dan pengelola lembaga Rumah Tahfidz atau pesantren Tahfidz Al-Qur’an, dapat bekerjasama dalam meningkatkan potensi para penghafal Al-Qur’an. Tujuannya, untuk membangun tiga kemandirian tersebut (tarbawi, iqtishadi maupun ijtima’I),” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Iyan Royani, menjelaskan Jambore kali ini akan melibatkan santri dan ustadz/dzah dari puluhan Rumah Tahfidz di Sumsel. Target peserta 600 santri ditambah ustadz dan ustadzahnya.
“Peserta Jambore ini akan mengundang ratusan santri dari Rumah Tahfidz se-Sumsel, yang terdiri 50 Rumah Tahfidz. Target pesertanya 600 santri, terdiri dari 500 Hafidz Qur’an dan 100 guru hafidz atau pendamping,” katanya.
Editor : Jhonny













