Karena tingkat keparahan dua penyakit hati ini berbeda, maka pengobatan yang dilakukan juga akan berbeda. Pada orang yang menderita hepatitis, biasanya cukup diberikan obat dan istirahat yang cukup. Namun, ini tergantung pada jenis hepatitis yang terjadi. Sementara, orang yang sudah mengalami sirosis, biasanya menjalani pengobatan melalui operasi atau bahkan transplantasi (cangkok) hati.
Penyakit hati mana yang lebih berbahaya?
Pada dasarnya, kedua penyakit hati ini sama-sama bisa menyebabkan komplikasi yang buruk bagi tubuh, yaitu kanker hati. Namun, memang jika seseorang mengalami penyakit hepatitis maka tingkat kesembuhannya masih cukup besar, tergantung dengan penyebab penyakitnya. Istilahnya, bagian hati yang telah rusak, masih bisa diselamatkan dan dinormalkan kembali.
Sementara, sirosis adalah peradangan hati tahap akhir yang tak bisa lagi dikembalikan seperti keadaan semula. Orang yang mengalami sirosis berisiko lebih besar untuk mengalami gagal hati atau kanker hati, ketimbang orang dengan hepatitis. Namun, tenang saja, pengobatan akan tetap dijalani untuk menurunkan risiko komplikasi dan mencegah organ hati semakin rusak.
Biasanya, beberapa jenis hepatitis yang tidak ditangani dan diobati dengan baik, akan menyebabkan hati mengalami sirosis. Sedangkan kalau memang sirosis hati tidak bisa ditangani, pilihan terakhir yang dilakukan tim medis adalah dengan melakukan cangkok hati.
Editor : John.W













