Laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan itu mengaku, sebenarnya sudah lama ingin merehab rumahnya yang kondisinya memprihatinkan. ”Jika musim hujan, apalagi disertai angin kencang, saya dan keluarga selalu dihinggapi rasa cemas. Khawatir jika rumah saya roboh diterpa angin,” tutur Arif.
Untuk itu, lanjutnya, ketika rumahnya sudah mulai disentuh TNI dan warga untuk diperbaiki, semangat hidupnya seakan bangkit kembali. ”Jujur saya sangat gembira sekali. setelah di rehab di musim hujan nanti saya dan keluarga tidak lagi dihinggapi rasa takut dalam menghadapi angin, hujan dan panas,” pungkas Arif.
Editor : Redaksi













