“Jangan egois dan merasa kalau sebagai atasan adalah yang paling benar dan pintar dalam segala hal, buka juga kesempatan bagi prajurit untuk memberikan ide atau melontarkan pendapat sehubungan dengan kerjaan dilapangan, kalau emang ternyata ide atau saran mereka itu bisa mempermudah pekerjaan dan menghasilkan sesuatu yang baik untuk Satuan kenapa gak?. Justru kita sebagai komandan harus berbesar hati jadi kita sebagai komandan harus mendengarkan setiap ide atau masukan” papar orang nomor satu di jajaran TNI Demak itu.
“Walaupun Komandan, saat ada kendala dilapangan kalau memang kita bisa, kita harus siap turun kelapangan?. Dengan Kita ikut membantu dan gak segan melakukan apa yang sebenarnya gak menjadi “job desc” utama kita, itu menunjukkan kita punya kualitas yang outstanding sebagai atasan, sebagai Komandan jangan segan apalagi gengsi, dengan kita ikut bekerja bareng prajurit, itu juga menunjukan betapa pimpinan adalah bagian dari tim, bukan ‘tuan’ atau ‘raja’. Intinya sebagai Komandan yang baik harus memberikan kesempatan dan ruang bagi prajurit untuk berkembang, maka dari itu Komandan harus siap turun tangan langsung ke lapangan” kata Dandim 0716/Demak.
Apa yang dilakukan oleh Dandim 0716/Demak, mendapat apresiasi dari para Satgas TMMD maupun warga Desa Kalikondang. ”Benar-benar menjadi teladan bagi kita semua, semangat kami sangat terbakar demi suskesnya pelaksanaan TMMD Reg ke 105 Kodim 0716/Demak,” ungkap Sertu Miftah salah satu anggota Satgas TMMD yang dari Yon Arhanud 15, yang ikut bekerja di pembangunan Jalan penghubung dari Dukuh Krajan menuju ke Dukuh Prigi, Desa Kalikondang.
editor : red













