KORDANEWS — Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyampaikan saat ini para elit politik memberikan sinyal agar Indonesia tentram dan stabil pasca Pemilihan Presiden (Pilpres).
Terbukti dengan telah adanya pertemuan dua tokoh yakni antara Prabowo dan Megawati beberapa waktu lalu, dan pertemuan Prabowo dengan Joko Widodo.
“Tren ditingkat nasional sangat positif. Dari pertemuan Bu Megawati dan pak Prabowo suasana berlangsung hangat. Sebelumnya, pak Jokowi dan Prabowo juga telah bertemu. Hal ini jadi tren baik. Rekonsiliasi nasional kita berjalan cepat dan tepat,” jelas dia.
Pertemuan tersebut juga jadi tren positif dikalangan elit membangun siklus demokrasi di Indonesia agar semakin berkembang menjadi lebih baik. Menurut Qodari, siklus politik akan sangat baik jika para elit dapat menularkannya kepada masyarakat di akar rumput.
“Namanya politik kan seperti siklus, ada saatnya kita berkompetisi, bekerja sama, lalu rekonsiliasi, dan berkompetisi lagi lima tahun berikutnya. Setiap berkompetisi harus berekonsiliasi. Yang tadinya anak bangsa bertarung lalu berkumpul lagi,” ujar dia.
Untuk mendukung para elit menginginkan Indonesia tentram, harus adanya rekonsiliasi ditingkat yang mendorong rekonsiliasi di tingkat nasional. Antara pusat dan daerah memiliki keterikatan dalam menentukan tujuan bangsa ke depan.
“Saya kira proses rekonsiliasi tidak hanya berlangsung diharapkan dengan rekonsiliasi ditingkat nasional dan daerah penyembuhan luka pilpres kemarin dapat sembuh lebih cepat,” jelas Qodari saat dibincangi di hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (25/7).
Bahkan Qodari menambahkan, Sumsel menjadi salah satu daerah yang cukup panas dalam proses pemilu lalu, mulai dari permasalahan pendukung masing-masing presiden, hingga pelaksanaan pemilu. Walau demikian, dirinya menilai percikan-percikan yang terjadi harus segera dipadamkan.
“Sumsel merupakan titik paling intens, pertikaian, perselisian. Hal itu cukup nyata di Sumsel. Di group keluarga saya Palembang, ada 01 ada 02 dan ketegangan itu ada dan muncul, hanya saja dalam koridor yang dapat dimaklumi,” ungkap dirinya.













