KORDANEWS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai darurat kebakaran di Sumsel belum masuk kategori ‘gawat’ parah.
“Status kita (Sumateta Selatan) sejak awal siaga darurat karhutla. Tapi, darurat kita bukan yang artinya gawat-gawat akan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Herman Deru di Palembang, Kamis (8/8).
Walaupun persoalan penanganan karhutla telah menjadi atensi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, ada tujuh provinsi yang tersebar di Indonesia kini berstatus siaga darurat terhadap kebakaran hutan dan lahan.
“Ada tujuh provinsi yang berpotensi karhutla. Itu Provinsi Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan salah satunya Sumatera Selatan,” kata dia.
Meski Sumatera Selatan termasuk, ia mengklaim, dari pemetaan laporan yang diterima wilayahnya untuk hotspot (titik panas) di Sumatera Selatan masih tergolong rendah dibanding yang terjadi di Riau dan Kalimatan.
“Sumsel ini masih tergolong rendah. Apalagi kebakaran yang terjadi di pinggir jalan tol Palembang-Indralaya itu memang menjadi pandangan banyak orang dan itu berulang-ulang terjadi, bahkan sebelum saya jadi gubernur,” ucap dia.
Untuk mengatasi persoalan ini, kata dia, pihaknya telah menginstruksikan Asisten 1 untuk segera memanggil dan menemui seluruh camat di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.













