Dia mengatakan, sudah sewajarnya masyarakat menuntut standar kecepatan kerja lebih tinggi kepada Jokowi di periode kedua. Salah satu alasannya, kecepatan rakyat tidak bisa dihentikan.
“Lalu, apakah pak jokowi akan menekan kabinet-nya silahkan tetapi pada dasarnya rakyat tidak boleh menunggu,” kata dia.
Dia menegaskan, pada dasarnya presiden adalah pesuruh rakyat, atau pelayan yang dibayar dan diberi fasilitas untuk memberi manfaat. Tuntutan rakyat itu nampak kasat mata meski kelembutan hati rakyat Indonesia adalah kemudahan bagi pemimpin. Tapi, itu semua ada batasnya.
Fahri mencemaskan cara presiden memimpin pada periode kedua nanti. Sangat naif jika presiden menganggap masalah bisa diselesaikan hanya dengan menelepon pejabat.
“Sudah terlalu banyak korban yang kita abaikan. Dan presiden seperti dibuat berjarak,” kata dia.
Editor : Jhonny













