Maka ketika sebuah proyek jadi tidak jelas lantaran sesuatu di dunia nyata, studio lebih suka menunda ketimbang membatalkan penayangannya.
Serial TV Shooter – kisah tentang penembak jitu – ditunda sesudah kerusuhan yang dipicu oleh penembakan terhadap seorang pria kulit hitam oleh polisi di Amerika.
USA Network awalnya menunda penayangan serial itu seminggu, dan kemudian ditunda lagi hingga musim gugur tahun ini.
Mungkin peristiwa besar yang sangat mempengaruhi industri film dan TV adalah serangan pada tahun 2001.
Adegan Spider-Man yang menampilkan menara kembar World Trade Center di New York dibuang dari film dan trailer menyusul suasana hati nasional. Lokasi itu juga dibuang dari film Men In Black II dan Zoolander .
Serial Friends, salah satu komedi situasi paling sukses di TV, membuang keseluruhan cerita dari satu episode ketika tokoh Chandler ditahan di bandara sesudah bergurau soal bom.
Bagian yang dipotong itu diganti dengan cerita baru, dan potongan cerita asalnya yang sudah dibuat akhirnya diedarkan beberapa tahun kemudian ketika serial itu diedarkan dalam bentuk box set .
Di Inggris, salah satu penundaan terlama sebuah film terjadi di tahun 2007 untuk film Gone Baby Gone yang bercerita tentang hilangnya seorang anak perempuan.
Di Amerika Serikat, film itu tayang bulan Oktober dan dijadwalkan di Inggris bulan Desember. Namun film ini ditunda seiring .
Wiseman mengatakan penonton sering mengidentifikasi diri dengan tokoh dan jalan cerita film. Namun cerita yang menggambarkan horor di dunia nyata terkadang terlalu sulit untuk dinikmati.
“Studio Hollywood ingin dan butuh penonton mengidentifikasi diri mereka di film, tapi jika identifikasi itu terlalu kuat, maka yang muncul adalah ketidaknyamanan bagi penonton yang merasa jadi terlalu dekat dengan tragedi yang nyata.”
Menurut Wiseman, sesudah promosi dimulai, film lebih sulit untuk diubah jadwalnya daripada acara TV.
“Penundaan itu mahal, terutama kalau terjadi sesudah pemesanan iklan dan kampanye mulai berjalan.”
“Jika kampanye terpecah atau membingungkan waktunya, penonton bisa beralih menonton film lain,” kata Wiseman lagi.
Namun yang terjadi bisa sebaliknya.
“Ketika film-film tentang terorisme tak jadi tayang sekitar serangan 9/11, film yang manis dan riang seperti Amelie secara tak terduga sukses di Amerika dan negara lain karena penonton ingin mendapat hiburan yang menyenangkan,” kata Wiseman.
Editor : John.W













