The Hunt: Ketika Tragedi di Dunia Nyata Pengaruhi Film dan Televisi

KORDANEWS – Sebagai hiburan, film kerap dimaksudkan membawa kita kabur dari kehidupan nyata, tapi terkadang hal itu tak terjadi.

Beberapa film secara sadar maupun tidak menggambarkan tragedi secara tidak sensitif dan berakhir dengan perubahan isi maupun jadwal penayangan film itu.

Film horor The Hunt dengan bintang peraih Piala Oscar Hilary Swank dan Betty Gilpin dijadwalkan tayang di bioskop bulan September.

Ceritanya adalah kisah satire politisi liberal dan konservatif yang saling bersaing hingga menggunakan kekerasan yang cukup kejam.

Kisah ini dimaksudkan menjadi cermin dari politik Amerika yang terbelah saat ini.

Kisah ini terasa cocok dengan keadaan sekarang, tapi trailer film itu ditarik sesudah ada , Texas dan Dayton, Ohio.

Stasiun TV ESPN menarik trailer yang dijadwalkan untuk akhir pekan ini lantaran adanya suara yang mirip sinyal siaran darurat.

“Sesudah peristiwa penembakan massal berturut-turut yang mengguncang dan membawa trauma secara meluas, Universal meninjau ulang strategi kami untuk satire yang akan membawa kontroversi,” tulis Kim Masters di The Hollywood Reporter.

Namun trailer The Hunt tetap ditayangkan di jaringan lain sebagaimana yang dijadwalkan dan ditonton jutaan orang secara daring.

Film ini tampaknya akan ditayangkan sebagaimana rencana, tapi dengan kemungkinan strategi promosi yang berubah.

Ini bukan pertama kalinya terjadi.

Bastille Day , yang dibintangi Idris Elba, bercerita tentang warga Paris yang tewas karena ledakan bom, di Prancis lantaran .

StudioCanal segera menghentikan iklan film itu sesudah serangan dan kemudian membatalkan film itu dengan alasan “tidak sesuai dengan suasana hati negara saat ini”.

“Studio film sebagaimana perusahaan besar, enggan menanggung risiko,” kata Andreas Wiseman, editor internasional kepada Deadline .

“Pencapaian di pembukaan akhir pekan sangat menentukan, maka distributor akan menghabiskan waktu banyak untuk menyusun strategi agar tanggal penayangan bisa optimal,” kata Wiseman.

Baca Juga :   Roy Marten Jadi ‘Hotman Paris’ di Film The Lawyers Pokrol Bambu

“Jika ada konteks sosial politik yang bisa merugikan film, mereka akan mengubah strategi.”

Pada kasus Bastille Day , aktor film itu Idris Elba mendukung penarikan film dari bioskop. Kepada tabloid The Sun, Elba mengatakan bahwa produser mungkin merasa film itu “tidak sensitif” untuk tayang waktu itu.

Produksi film dan serial TV merupakan proses panjang yang kadang bisa berlangsung bertahun-tahun.

Maka ketika sebuah proyek jadi tidak jelas lantaran sesuatu di dunia nyata, studio lebih suka menunda ketimbang membatalkan penayangannya.

Serial TV Shooter – kisah tentang penembak jitu – ditunda sesudah kerusuhan yang dipicu oleh penembakan terhadap seorang pria kulit hitam oleh polisi di Amerika.

USA Network awalnya menunda penayangan serial itu seminggu, dan kemudian ditunda lagi hingga musim gugur tahun ini.

Mungkin peristiwa besar yang sangat mempengaruhi industri film dan TV adalah serangan pada tahun 2001.

Adegan Spider-Man yang menampilkan menara kembar World Trade Center di New York dibuang dari film dan trailer menyusul suasana hati nasional. Lokasi itu juga dibuang dari film Men In Black II dan Zoolander .

Serial Friends, salah satu komedi situasi paling sukses di TV, membuang keseluruhan cerita dari satu episode ketika tokoh Chandler ditahan di bandara sesudah bergurau soal bom.

Bagian yang dipotong itu diganti dengan cerita baru, dan potongan cerita asalnya yang sudah dibuat akhirnya diedarkan beberapa tahun kemudian ketika serial itu diedarkan dalam bentuk box set .

Di Inggris, salah satu penundaan terlama sebuah film terjadi di tahun 2007 untuk film Gone Baby Gone yang bercerita tentang hilangnya seorang anak perempuan.

Di Amerika Serikat, film itu tayang bulan Oktober dan dijadwalkan di Inggris bulan Desember. Namun film ini ditunda seiring .

Baca Juga :   Lencois Maranhenses Salah Satu Lokasi Ajaib Syuting Avengers : Infinty War

Wiseman mengatakan penonton sering mengidentifikasi diri dengan tokoh dan jalan cerita film. Namun cerita yang menggambarkan horor di dunia nyata terkadang terlalu sulit untuk dinikmati.

“Studio Hollywood ingin dan butuh penonton mengidentifikasi diri mereka di film, tapi jika identifikasi itu terlalu kuat, maka yang muncul adalah ketidaknyamanan bagi penonton yang merasa jadi terlalu dekat dengan tragedi yang nyata.”

Menurut Wiseman, sesudah promosi dimulai, film lebih sulit untuk diubah jadwalnya daripada acara TV.

“Penundaan itu mahal, terutama kalau terjadi sesudah pemesanan iklan dan kampanye mulai berjalan.”

“Jika kampanye terpecah atau membingungkan waktunya, penonton bisa beralih menonton film lain,” kata Wiseman lagi.

Namun yang terjadi bisa sebaliknya.

“Ketika film-film tentang terorisme tak jadi tayang sekitar serangan 9/11, film yang manis dan riang seperti Amelie secara tak terduga sukses di Amerika dan negara lain karena penonton ingin mendapat hiburan yang menyenangkan,” kata Wiseman.

Editor : John.W

film Televisi The Hunt

Related Post

Leave a reply

Loading...