EkonomiHeadlineNusantara

Usai Dicibir Negara Miskin di Malaysia, Seruan Copot Aplikasi Grab Menggema di Indonesia

×

Usai Dicibir Negara Miskin di Malaysia, Seruan Copot Aplikasi Grab Menggema di Indonesia

Share this article

“Kehadiran ojek online atau Gojek di sana akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang cepat dan efisien serta terjangkau dibandingkan dengan naik taksi. Ya selama memberikan benefit bagi mitra ataupun konsumennya, tentu Gojek menjadi pilihan,” ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan ini, Gunawan menyebutkan Gojek memiliki manfaat besar untuk Malaysia. Dia mencontohkan jika masyarakat Malaysia ingin mengirimkan barang kecil yang berada di pelosok rumah, tentu kehadiran Gojek akan sangat membantu.

 

 

“Bayangkan untuk mengirim barang yang kecil, di pelosok rumah, atau hanya satu orang saja yang ingin berpergian dalam jarak pendek, tentunya Gojek jadi pilihannya,” ucapnya.

 

 

Gunawan menduga, taksi Malaysia khawatir akan mengalami kerugian jika Gojek masuk ke Malaysia. Sehingga pernyataan melecehkan tersebut terlontar dari pendiri taksi Malaysia.

 

 

 

“Memang akan menjadi masalah bagi pemilik taksi disana. Yang sudah bisa diperhitungkan bakal merugi karena kehadiran Gojek. Jadi tetap tenang dan jangan terlalu berlebihan merespon pernyataan yang melecehkan kita di sini,” ucapkan.

 

 

Ditanya perihal aksi seruan boikot Grab, Gunawan mengatakan itu adalah hal yang wajar. Masyarakat Indonesia hanya memberikan respon rasional atas ucapan pelecehan dari pendiri taksi Malaysia.

 

 

“Kalau untuk sebutan miskin, ini relatif ya. Seorang freshgraduate di indonesia yang digaji sekitar Rp6 juta per bulan, ini daya belinya nggak jauh berbeda dengan freshgraduate di Eropa yang digaji Rp80 jutaan. Jadi tolak ukurnya itu ada. Di Singapura orang berpendapat dikatakan menengah ke atas jika punya gaji di atas 4000 SGD, sekitar Rp40 jutaan ke atas,” jelasnya.

 

 

 

“Kita nggak perlu sampai segitu, cukup gaji di atas Rp4 juta, alhamdulillah udah bisa menikmati hidup. Karena memang biaya hidup di Singapura maupun Malaysia memang jauh lebih mahal. Roda ekonomi itu berputar, lihat China hari ini dan bandingkan 40 tahun lalu. Jadi tidak ada kata lain selain kita support Gojek untuk go internasional. Ini produk nasional yang go internasional,” tandasnya. (Ab)

 

 

 

 

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *