AS juga menuding Cina menggunakan pendekatan predator ekonomi untuk mendestabilisasi kawasan Indo-Pacific.
Pemerintah Cina membantah tudingan ini.
“Saat kami masuk ke sebuah negara, kami mencari tahu cara bermitra lewat sistem donasi, kami tidak memberikan pinjaman,” kata Ann Marie Yastishock, asisten deputi administrator Asia di lembaga bantuan AS yaitu USAID, dalam pertemuan di ibu kota Solomon, Honiara.
Pemerintah Taiwan, seperti dilansir Channel News Asia, telah memperingatkan Solomon agar berhati-hati sehingga tidak terjebak dalam utang dari Cina.
Taiwan juga akan menerima pejabat kemenlu Kepulauan Solomon pada bulan ini untuk melakukan pembicaraan lebih serius mengenai hubungan kedua negara. Selama ini, Taiwan menyalurkan dana donasi sekitar US$8 juta atau sekitar Rp111 miliar per tahun.
Editor : John.W













