Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam kesempatan memberikan kuliah umum, menyebutkan warga Muba sangat bergantungan dengan komoditas perkebunan sawit dan karet.
“Jadi, untuk menyiasatinya kita harus punya quantum atau terobosan supaya warga yang bergantung pada komoditas perkebunan tidak kesulitan ketika harga komoditas perkebunan karet dan sawit anjlok,” terangnya.
Menyiasati hal tersebut, Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini mengatakan telah mengimplementasikan terobosan inovasi berupa terobosan pembangunan jalan aspal berbahan baku karet, pengelolaan kelapa sawit menjadi BBM atau Biofuel.
“Nah, terobosan ini sudah berjalan di Muba. Ini kita lakukan supaya ke depan warga Muba yang bergantung pada komoditas sawit dan karet tidak lagi khawatir ketika harga karet dan sawit anjlok karena Muba dan daerah lain bisa menyerapnya untuk realisasi inovasi tersebut,” bebernya.
Lanjut Dodi, upaya lain yang dilakukan yakni untuk menjaga kualitas komoditas sawit dan karet di kalangan petani rakyat. “Upaya tersebut kita realisasikan dengan replanting atau peremajaan sawit dan karet. Dan Alhamdulillah, pada 2017 lalu Muba menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan peremajaan kebun sawit milik rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo,” ujarnya.
Pada kesempatan kuliah umum tersebut Bupati Muba Dodi Reza juga memberikan bantuan berupa satu unit bus eksekutif dan beasiswa pendidikan untuk enam mahasiswa asal Muba yang berkuliah di FH Unsri.
Editor : Chandra.













