Keempat, BEM Se-UI mengecam keras segala bentuk tindakan represif dan intimidatif oleh aparat terhadap para demonstran di berbagai daerah.
Kelima, BEM se-UI juga mengecam segala bentuk kriminalisasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para aktivis.
Keenam, mereka juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan dan dua orang mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Ketujuh, mereka menuntut Presiden untuk menindaklanjuti secara tegas segala bentuk tindakan represif yang telah dilakukan oleh aparat kepada seluruh massa aksi serta menuntut Presiden untuk segera membebaskan aktivis yang dikriminalisasi.
Kedelapan, dampak yang dirasakan oleh pengesahan revisi UU KPK serta Rancangan KUHP, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Minerb), kebakaran hutan, segala bentuk tindakan represif dan intimidatif oleh aparat, kriminalisasi aktivis, dan masalah lain yang mengancam demokrasi dan pelemahan upaya pemberantasan korupsi, tidak hanya berdampak bagi mahasiswa namun juga masyarakat secara luas.
Minggu ini, mahasiswa seluruh Indonesia bersama para pelajar STM, SMA dan SMP dan aktivis berturut-turut melakukan aksi demonstrasi terjadi di depan Gedung DPR dan ruas jalan sekitarnya, juga di seluruh nusantara. Selasa (24/9), demonstrasi dilakukan mahasiswa. Sedangkan Rabu (25/9) sejumlah massa berseragam sekolah menengah atas (SMA/STM) mengepung DPR RI menyuarakan berbagai tuntutan salah satunya menolak Pelemahan KPK dan UU KPK baru.
Seiring itu, Presiden Jokowi kemudian memanggil Menristekdikti Mohamad Nasir. Setelah menghadap presiden Mohamad Nasir mengeluarkan peringatan keras dan instruksi dari menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) yang mengancam rektor dan dosen untuk menertibkan mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya di arena publik.
Instruksi tersebut dinilai mengancam kebebasan menyampaikan pendapat akademisi dan cendekiawan, terutama yang dilakukan mahasiswa kepada pemerintah. Apalagi Menristekdikti juga akan menggandeng POLRI dan TNI untuk melacak ke kampus-kampus, siapa saja yang mengerahkan mahasiswa turun lapangan.
Ditambah lagi, dalam aksi yang digelar oleh mahasiswa di Kendari, dua mahasiswa gugur setelah bentrok dengan aparat keamanan. Immawan Randy tewas setelah tertembus peluru tajam, sedangkan M Yusuf Kardawi meninggal setelah menderita pendarahan hebat di kepala. (net)
Editor : Jhonny













